Bapak
Irwan Julianto membagikan pengalaman dan infomasi seputar perkembangan media
massa dan juga menganai media baru. Pembahasan dimulai dari media konvensional
hingga media baru atau new media.
Perkembangan
media massa seakan tidak pernah terhenti, akan selalu tampil dengan kemasan
yang baru. Seperti zaman teknologi, semua media tampil dengan kemasan yang
lebih efisian dan mudah untuk di akses maupun dinikmati oleh banyak orang. Tapi
apakah kemajuan teknologi ini tiba-tiba hadir begitu saja? Jawabnya tentu saja
tidak. Perkembangan dalam media massa dimulai dari Johannes Gutenberg yang
berhasil menemukan mesin cetak. Sebelumnya
semua buku ditulis secara manual, dan bayangkan waktu yang diperlukan untuk
menulis satu buku pasti cukup lama. Tetepi dengan hadirnya mesin cetak, maka
buku-buku semua menggunakan mesin cetak sehingga dapat dibuat dalam jumlah
banyak dalam waktu yang singkat. Bila penemuan dari Gutenberg adalah penemuan
diwaktu yang sudah lama, penemuan yang baru lagi ditemukan oleh Zuckerberg.
Yap, betul sekali ia berhasil menemukan media sosial yang disebut dengan
Facebook/FB, diaman media ini membuat masyarakat atau manusia di berbagai
tempat yang berjauhan dapat berjejaring dan saling berkomunikasi. Tidak
dibutuhkan waktu yang lama untuk saling berkomunikasi dengan teman atau saudara
yang jauh secara geografis.
Media
massa memiliki berbagai jenis dari buku, koran, radio, televisi, film hingga
media yang paling baru ialaha media yang berbasis pada internet. Media
tradisional seperti Koran atau buku tetap keberadaannya dibutuhkan oleh
masyarakat. Karena media-media trsdisional memiliki bentuk fisik yang nyata
sedangan media baru umumnya berupa softcopy dan informasi yang ditampilkan
tidak sdalam informasi yang ditampilkan oleh media tradisional. Media massa
pada umumnya memiliki fungsi untuk:
1.
Memberikan informasi – Informasi yang diberikan haruslah berimbang dan sesuai
dengan keadan fakta yang sesungguhnya, dan tidak rekayasa atau keberpihakan.
2.
Edukasi – Memberikan pengetahuan dan memperluas wawasan dari para pemakai media
massa.
3.
Hiburan – Selain informasi dan pengetahuan, media massa juga perlu memasukan unsur
hiburan, yang mebuat pengguna media massa merasa lebih relax.
4.
Membentuk Opini Publik – Dari informasi yang disapaikan oleh media massa, ini
yang bisa menyebabkan menggiring opini dari masyarakat, sehingga masyarakat
memiliki pandangan tertentu karena dibentuk oleh media massa.
Namun
keadaan media di Indonesia sekarang bisa dikatakan masih belum cukup berimbang.
Alasanya frekuensi untuk media khususnya televisi sudah habis, dan orang-orang
yang memiliki frekuensi tersebut adalah orang yang sama artinya beberapa
stasiun televisi dimiliki oleh satu orang yang sama.
Tipe
komunikasi dibagi menjadi beberapa dan bisa dilihat dari dua sudut pandang
yaitu dari Analog dan Digital
Tipe Komunikasi
|
Analog
|
Digital
|
Intrapersona
|
Diary
|
PDA (personal Digital Assistant)
|
Interpersonal
|
Letter
|
Email
|
Small Group
|
Board Games
|
Video Games
|
Large Group
|
Class Room
|
Tele Course
|
Mass Media
|
Newspaper
|
Web Newspaper
|
Dengan
semakin berkembangnya media baru maka keberadaan media konvensional juga mulai
goyah, maka, ada beberapa tantangan yang dimiliki oleh media konvensional,
seperti
·
Pembaca Koran,
semakin minim dan usia pembaca Koran juga semakin tua.
·
Persaingan media
cetak dengan media televisi dan online.
·
Kelas menengah
beralih dari media cetak ke madia digital.
·
Perubahan gaya
hidup dari generasi muda.
·
Membanjirnya
informasi.
· Serta hadirnya
3M (Multi-Platforms, Multi-Channels, Multi-Media)
Pada
zaman sekarang dikatakan sudah pada Era Media Baru dan Media Sosial, hal ini
dapat dilihat dari:
·
Ditandai dengan
berkembangannya teknologi.
·
Kekuasaan dan
pengaruh media massa berasa pada tangan massa atau khalayak.
·
Wajah baru media
baru ialah media sosial.
Sehingga
di era yang segala informasi dapat didapatkan dengan mudah dan waktu yang
singkat, maka sebagai manusia harus bisa lebih bijak dalam menggunakan kemajuan
teknologi dan dapat menyaring informasi dengan tepat.





